
Sekitar tanggal 21 Agustus 2008 kemarin, ada launching logo UIN terbaru di kampus peradaban kami. Dengan agak kesal dan heran saya hanya bisa terpaku. I wonder “Why?!” kenapa? Kenapa? Kenapa bisa berubah?
Logo UIN yang terbaru memiliki warna dasar biru putih. Dengan bola dunia warna biru polos dan bintang segi lima (kata uci, segi enam deh..h3x) warna kuning agak emas yang menindihnya. Kemudian bola dunia dan bintang segi lima itu (mungkinkah bintang daud) ditindih lagi dengan lambang buku yang diatasnya terdapat tulisan UIN. Phhuhhh….
Kenapa harus tiba-tiba begini logo terbaru keluar? Apakah tidak bisa disosialisasikan dulu kepada mahasiswa. Kalau perlu diadakan sayembara bagi mahasiswa yg ingin ikutan design logo kampusnya sendiri. Mungkinkah mahasiswa dianggap tidak penting di kampus ini?
Pada dasarnya saya tidak suka logo UIN paling baru itu karena,,, UIN akan kehilangan nilai historisnya. Maksudnya, sudah sekian lama UIN memiliki logo sebegitu bermaknanya dengan Al-Qur’an berada di tengah dan tiba-tiba dihilangkan begitu saja. Itu sama saja menghilangkan nilai sejarah UIN yang sudah berdiri sejak lama.
Hmm… Wallahu a’lam. Saya memang orang awam. Saya memang tidak mengerti apapun. Namun saya sungguh menyesal dengan kebijakan ini. Entah dengan mahasiswa yang lain.
Logo UIN yang terbaru memiliki warna dasar biru putih. Dengan bola dunia warna biru polos dan bintang segi lima (kata uci, segi enam deh..h3x) warna kuning agak emas yang menindihnya. Kemudian bola dunia dan bintang segi lima itu (mungkinkah bintang daud) ditindih lagi dengan lambang buku yang diatasnya terdapat tulisan UIN. Phhuhhh….
Kenapa harus tiba-tiba begini logo terbaru keluar? Apakah tidak bisa disosialisasikan dulu kepada mahasiswa. Kalau perlu diadakan sayembara bagi mahasiswa yg ingin ikutan design logo kampusnya sendiri. Mungkinkah mahasiswa dianggap tidak penting di kampus ini?
Pada dasarnya saya tidak suka logo UIN paling baru itu karena,,, UIN akan kehilangan nilai historisnya. Maksudnya, sudah sekian lama UIN memiliki logo sebegitu bermaknanya dengan Al-Qur’an berada di tengah dan tiba-tiba dihilangkan begitu saja. Itu sama saja menghilangkan nilai sejarah UIN yang sudah berdiri sejak lama.
Hmm… Wallahu a’lam. Saya memang orang awam. Saya memang tidak mengerti apapun. Namun saya sungguh menyesal dengan kebijakan ini. Entah dengan mahasiswa yang lain.