Showing posts with label puisi hidup. Show all posts
Showing posts with label puisi hidup. Show all posts

Saturday, March 21, 2009

Have Fun Tips in Writing POETRY

What-what-what?? To write poetry is difficult? Oh, please, it isn’t true. It is very-very easy to write poetry. Tell me what kind of difficulties you have so they prevent you to write. Tell me, guys. Okay, right now I want to share the FUN TIPS to WRITE POETRY. Let’s check the following tips here.

FirstNEVER THINK OF WRITING IS DIFFICULT. It same with think of SPEAKING IS DIFFICULT. So, free your mind and try to write anything.

Second—make yourself FOCUS on WHAT ON YOUR MIND. Then close your eyes and take a breath deeply. It’s usually named CONTEMPLATION ACTIVITY.

ThirdWRITE IT. Don’t think of what the title of poetry you want to make. Just flow your mind and write. For instance, you think about rain. Okay, what the rain is? How the process to make rain? How does it pour the land? Just write. For example:

Rain
Water-rain
Dark in the sky
Wet on the ground
Then I deserve coolness
Brrzzz… wow its breezing!
Like the penguin in the Antarctic

Yeah, that’s a sample. So common try it! Try to write what’s on your mind. Just do FREE WRITING to flow your imagination. Don’t for get to tell me if you have done these tips. I will be glad to read your poetries. Good luck!!

PS. To get Indonesian Version article, click here.

Sunday, March 1, 2009

Rumus-Rumus

aku dipermainkan..
rumus-rumus mati ialah merupakan
aku tertekan-aku tertekan
semua gara-gara banyak makan

saraf-saraf kepala memberontak
membuat bayangan jadi kotak-kotak
jantungku mendetak-jantungku mendetak
semua karena jalan setapak

otak dan hatiku mati
tumpul jadi bagian kata hati
semua meneriaki-semua meneriaki
dinding-dinding retak tak peduli

kemana rumus-rumus itu pergi?
tangisan menjadi isi-isi
nurani memaki-nurani memaki
semua gara-gara maksiat diri

ditulis pada:
7 Januari 2004, pukul 12.58 (ketika sang penulis tengah dilanda kecemasan menghadapi jelang UAN SMA)

Friday, February 27, 2009

POLITIK RAKYAT

Semua menghujat!
Menggertak ribuan kali meja-meja
Menghumbar menu hangat di warung-warung kopi
Itulah yang jadi komposisi kali ini

Semua mengumpat!
Ketika gubug-gubug di bantaran kali digusur
berteriak-teriak menjadi demonstran dadakan
tanpa harus takut lagi pada keamanan,
semua turun tangan

Semua mendamprat!
Di kantor, di warung, di dapur,
juga di kolong jembatang markas besarnya kolongmelarat
semua hinaan ditumpahkan di jalanan
juga di handuk-handuk para tukang becak

Semua melarat!
Rakyat-rakyat kelaparan
juga tanpa kedamaian
karena semua adalah kelabu
tanpa ada pelindung kebenaran
semua uneg-uneg dimuntahkan

--ditulis pada 27 Desember 2003, pukul 18.06 di Sukabumi ketika sang penulis masih SMA--